Kenapa Allah melalui Islam menurunkan perintah kepada wanita untuk menjaga diri mereka
dengan cara mengenakan jilbab? Salah satu hikmah utama dari hijab atau jilbab adalah
untuk melindungi wanita dari pelecehan serta menjaga kehormatan dan martabat mereka.
Al-Qur’an menjelaskan bahwa hijab sangat dianjurkan bagi wanita agar mereka dikenal
sebagai pribadi yang terhormat dan sopan, serta terhindar dari gangguan yang tidak
diinginkan.

Hijab dalam Pandangan Al-Qur’an
Alasan disyariatkannya hijab bagi perempuan telah disebutkan dalam beberapa ayat
Al-Qur’an, salah satunya adalah sebagai bentuk perlindungan dan identitas bagi wanita
beriman.
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan perempuan-perempuan
mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar
mereka lebih mudah dikenal dan karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)
Namun dalam realitas sosial modern, status perempuan dalam Islam sering menjadi sasaran
kritik dan disalahpahami, khususnya oleh media sekuler yang menganggap jilbab sebagai
simbol pengekangan.
Status Wanita Sebelum Datangnya Islam
Untuk memahami hikmah di balik perintah berjilbab, penting untuk melihat bagaimana
kondisi dan status wanita dalam masyarakat sebelum datangnya Islam. Dalam banyak
peradaban kuno, wanita sering diperlakukan secara tidak adil dan dirampas hak-haknya.
Peradaban Babilonia
Dalam hukum Babilonia, wanita tersisihkan dan hampir tidak memiliki hak. Jika seorang
pria membunuh wanita, hukuman justru dapat dijatuhkan kepada istri pelaku, bukan kepada
pelaku itu sendiri.
Peradaban Yunani
Yunani dikenal sebagai peradaban besar, namun wanita dipandang rendah. Dalam mitologi,
sosok wanita bahkan dianggap sebagai sumber kemalangan manusia. Prostitusi menjadi
praktik yang umum di berbagai lapisan masyarakat.
Peradaban Romawi
Pada masa Romawi kuno, seorang pria memiliki hak penuh atas istrinya, bahkan sampai pada
hak untuk menghilangkan nyawanya. Ketelanjangan dan prostitusi merupakan hal yang lazim.
Peradaban Mesir Kuno
Wanita di Mesir kuno kerap dianggap sebagai simbol kejahatan atau dikaitkan dengan
pengaruh setan.
Arab Pra-Islam
Sebelum Islam datang, wanita di Jazirah Arab dipandang sangat rendah. Bahkan, bayi
perempuan yang baru lahir sering dikubur hidup-hidup karena dianggap membawa aib.
Islam datang mengangkat derajat wanita, mengakui hak-hak mereka, serta memberikan
perlindungan terhadap kehormatan dan martabat mereka sejak lebih dari 1.400 tahun lalu.
Hijab dalam Islam: Untuk Pria dan Wanita
Pembahasan mengenai hijab sering kali hanya difokuskan pada wanita. Padahal, dalam
Al-Qur’an, perintah menjaga pandangan pertama kali ditujukan kepada laki-laki.
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menundukkan pandangannya dan
menjaga kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)
Setelah itu, perintah hijab ditujukan kepada wanita sebagai bagian dari kesempurnaan
sistem penjagaan kehormatan dalam Islam.
“Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka menundukkan pandangannya,
menjaga kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak
darinya…” (QS. An-Nur: 31)
Enam Kriteria Hijab Menurut Al-Qur’an dan Sunnah
Menurut Al-Qur’an dan Sunnah, terdapat enam kriteria dasar yang menjadi landasan hijab,
baik bagi pria maupun wanita.
- Menutup aurat sesuai ketentuan syariat
- Pakaian longgar dan tidak menampakkan bentuk tubuh
- Pakaian tidak transparan
- Pakaian tidak berlebihan atau mencolok
- Tidak menyerupai pakaian lawan jenis
- Tidak menyerupai ciri khas pakaian orang yang tidak beriman
Selain aspek pakaian, hijab juga mencakup perilaku, sikap, niat, serta cara berbicara dan
berinteraksi. Hijab sejati melibatkan penjagaan hati, pandangan, dan akhlak.
Hukuman bagi Pelaku Pemerkosaan dalam Islam
Dalam syariat Islam, pemerkosaan merupakan kejahatan berat yang mendapatkan hukuman
sangat tegas. Banyak pihak menilai hukuman ini terlalu keras, namun jika kejahatan
tersebut menimpa keluarga sendiri, kebanyakan orang sepakat bahwa hukuman berat adalah
bentuk keadilan.
Standar keadilan tidak seharusnya bersifat ganda. Islam menetapkan hukum yang bertujuan
melindungi kehormatan dan keselamatan manusia, khususnya wanita.
Penutup
Jilbab tidak menurunkan derajat wanita, justru mengangkat martabat mereka dengan
menempatkan kehormatan, kesopanan, dan perlindungan sebagai nilai utama. Islam memandang
wanita sebagai makhluk yang mulia dan layak dijaga, bukan dieksploitasi.
FAQ Seputar Jilbab dalam Islam
Apakah jilbab bertujuan membatasi kebebasan wanita?
Jilbab bertujuan melindungi kehormatan dan martabat wanita, bukan membatasi hak atau
kebebasan mereka.
Apakah hijab hanya diwajibkan untuk wanita?
Tidak. Islam terlebih dahulu memerintahkan laki-laki untuk menjaga pandangan dan
perilaku sebelum perintah hijab ditujukan kepada wanita.
Apakah hijab hanya soal pakaian?
Hijab tidak hanya mencakup pakaian, tetapi juga akhlak, niat, cara berbicara, dan sikap
dalam kehidupan sehari-hari.